Bekasi Berani Pulihkan Ekonomi, Nyumarno Dorong Pemkab Bekasi Berikan Bantuan Budidaya Ikan Hias ke Masyarakat

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Nyumarno mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Perikanan dan Kelautan memberikan bantuan budidaya ikan hias kepada masyarakat. Hal itu guna membantu perekonomian masyarakat yang terdampak selama pandemi.

“Dengan bantuan itu masyarakat yang terdampak pandemi akan memiliki peluang untuk memulihkan ekonominya. Nantinya masyarakat bisa berbudidaya ikan dan bukan hanya ikan konsutif akan tetapi budidaya ikan hias disediakan,” kata Nyumarno kepada djapos.com, Jumat (10/9/2021).

Nyumarno menambahkan, kedepannya pembudidayaan ini harus didorong agar tidak hanya pada ikan konsumtif, tetapi sudah harus mulai berkembang kepada ikan hias, seperti cupang atau ikan koi. Ikan hias akan lebih menjanjikan karena memiliki daya beli tinggi.

“Bukan hanya ikan konsutif akan tetapi budidaya ikan hias disediakan Kalau ikan lele, patin atau misalnya nila harga jualnya per kilogram, kalau koi atau cupang itu jualnya per ekor dan harganya tinggi. Belum lagi kembang biaknya lebih banyak. Misalnya satu indukan koi bisa 100.000 sampai dengan 150.000 telur. Jika dari telur itu menjadi anakan bersihnya 50.000 ekor saja dan dijual Rp 10.000/ekor maka totalnya saat panen bisa mendapat Rp 500 juta. Itu untuk kurun waktu paling lama 6 (enam) bulan saja loh,” ucap Nyumarno.

Nyumarno menyebut, langkah budi daya ini menjadi peluang baik bagi masyarakat terdampak pandemi. Sebagai contoh, seekor patin bisa menghasilkan 12.000 anakan dengan teknologi penyuntikan.

“Nanti sekaligus diajarkan caranya. Dalam beberapa bulan sudah bisa dipanen. Ini peluang, silakan dimanfaatkan,” ucapnya.

Lalu berikutnya peluang lain budidaya ikan lele sangat menggiurkan potensinya. Kebutuhan Lele di Kabupaten Bekasi, menurut informasi dilapangan, Kabupaten Bekasi baru bisa mencukupi 60% kebutuhan rutin, jadi masih ada 40% kebutuhan Lele yang musti dipasok dari daerah lain.

“Ini kan potensi, mangga kelompok masyarakat dapat budidaya lele, bibitnya bisa mengajukan ke Pemkab Bekaai melalui Dinas Perikanan dan Kelautan. Meskipun tidak semua permohonan masyarakt dapat kita akomodir, namun sepanjang stok persediaan papada UPTD Perbenihan ikan ada, ya pasti akan diberikan,” ujarnya.

Sedangkan bagi warga yang hendak memulai baru untuk berbudi daya, dapat diberikan benih gratis. Warga yang membentuk kelompok dapat mengusulkan bantuan ikan dengan bersurat ke Bupati Bekasi, yang kemudian didisposisi ke Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi.

“Dan kami di Komisi II berkomitmen siap membantu mempercepat itu. Kami bantu berikan rekomendasi kepada Bupati, agar masyarakat yang hendak berbudi daya cepat memperoleh benihnya. Apalagi di era pandemi seperti ini, ekonomi masyarakat harus cepat pulih,” ucap dia.

Masyarakat kata Nyumarno, difasilitasi Dinas Perikanan dan Kelautan dengan paket bantuan seperti indukan ikan koi dengan 2 jantan dan 1 betina, 1 kolam terpal, filter dan 1 mesin aerator. Tujuannya agar hasil panen maksimal dan potensi pendapatan masyarakat meningkat.

“Kelompok masyarakat atau kelompok pembudidaya ikan bisa diberikan gratis paket itu. Nilainya gak lebih Rp 50 juta harga perpaketnya. Ini akan kami bahas lebih lanjut, diharapkan tahun depan sudah bisa dirasakan masyarakat,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Nyumarno mengungkapkan, peluang memulihkan perekonomian ini didapat setelah dirinya melakukan kunjungan ke UPTD Perbenihan Ikan Cipayung di Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi.

Di lokasi terdapat ratusan ribu ikan konsumtif yang terus dibudidayakan. Lokasi milik Pemkab Bekasi ini membudidayakan ikan untuk dijual kepada pedagang serta diberikan kepada masyarakat yang hendak berbudi daya.

Nyumarno mengatakan, UPTD Perbenihan ini tidak fokus pada penjualan melainkan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Bekasi. Meskipun memang ada penjualan benih juga bagi pare peternak ikan konsumtif sehingga menambah PAD, namun itu tidak seberapa. Saat ini kita lebih kepada dimaksimalkan untuk pemulihan ekonomi rakyat.

“Jadi kan di kondisi yang sulit ini banyak yang terdampak, ekonomi sulit, nah ini jadi peluang. Prospeknya bagus dan gratis pula benihnya. Jadi sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah dengan gerakan Berani ini. Berani pulihkan ekonomi,” katanya.

Pada saat kunjungan, terdapat empat jenis ikan yang dibudidayakan di UPTD Perbenihan ini yaitu patin, lele, gurami dan nila. Pembudidayaannya pun menggunakan metode percepatan bertelur. Selain produk benihnya berlipat, kualitas ikannya pun terjaga.

“Pada sisi pembudidaya/peternak ikan yang sudah besar, bisa beli binitnya ke sini, karena ikannya berkualitas dan harganya relatif rendah dari harga di pasaran, karena ini kan milik pemerintah,” ucap dia.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto:
 Rz/Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *