Pemkab Bekasi Bangun Trotoar Hamburkan Puluhan Miliar di Masa Pandemi

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi kembali membangun trotoar di Jalan Inspeksi Kalimalang tahun ini. Padahal pembangunan trotoar yang menghamburkan anggaran sebesar Rp 26 miliar itu bukan merupakan kebutuhan mendesak, terlebih dimasa pandemi saat ini.

Sejak dibangun 2018 lalu, trotoar yang dibangun Pemkab Bekasi dengan mengahamburkan sedikitnya Rp 10 miliar lebih banyak dihuni para pedagang dan parkir kendaraan dari pada para pejalan kaki. Bahkan kondisinya saat ini sudah banyak yang hancur.

Tidak ada pusat keramaian atau bahkan perbelanjaan di lokasi itu. Sehingga trotoar sepertinya belum sepenuhnya dibutuhkan karena jarang orang berjalan kaki di jalur tersebut.

Belum lagi Kalimalang yang gersang ditambah dengan banyaknya pabrik di lokasi tersebut, termasuk batching plan membuat trotoar semakin mubazir. Jangankan untuk berjalan kaki, bagi pengendara sepeda motor saja perlu masker dan helm dengan kaca tertutup karena banyaknya debu yang berterbangan.

Sehingga trotoar yang dilapisi keramik kasar itu lebih banyak digunakan untuk para pedagang berjualan. Bahkan terdapat beberapa warung nasi mendirikan bangku dan meja makan di atas trotoar, lengkap dengan atapnya.

“Ya kalau trotoar saya enggak paham. Saya pakai aja (untuk pelanggan makan),” kata Seha (27) salah seorang pedagang makanan yang mengaku sudah berjualan sejak lama, sebelum trotoar dibangun.

“Saya rasa di kalimalang itu kebanyakan pengguna kendaraan bermotor, jarang orang yang berjalan kaki,” sambungnya.

Selain warung makan, terdapat pula beberapa bengkel yang memerbaiki mobil pelanggannya di atas trotoar. Berdasarkan pantauan di lapangan, trotoar yang tidak digunakan untuk pejalan kaki itu, pada beberapa titik mulai hancur. Tahun ini, trotoar mubazir itu kembali dibangun.

Tahun ini, pembangunan trotoar dianggarkan pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi. Anggaran itu terdiri dari penataan Jalan Kalimalang (Tegaldanas-Tegalgede) sebesar Rp 15,8 miliar, pembangunan saluran dan trotoar batas kota-Cibitung sebesar Rp 5 miliar, pembangunan lanjutan drainase dan trotoar ruas Tegalgede-Tegaldanas Rp 3,9 miliar dan penataan Jalan Kalimalang Cibitung-Tegalgede sebesar Rp 2 miliar.

Pada tahun kedua pandemi melanda, sejumlah anggaran infrastruktur kembali dialihkan untuk penanganan covid-19. Hanya saja, pembangunan trotoar senilai Rp 26 miliar itu justru lolos dari refocusing anggaran.

Berbeda dengan anggaran pembangunan rumah tidak layak huni milik warga yang malah dibatalkan oleh Pemkab Bekasi. Padahal, rencananya ada 2.550 rumah yang akan dibangun.

Salain itu, pembanguan sejumlah ruang kelas yang rusak di sekolah juga dibatalkan karena anggarannya digunakan untuk penanganan covid-19.

Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi Iwan Ridwan tidak dapat dihubungi terkait pembangunan trotoar. Begitu pun Penjabat Sekretaris Daerah Herman Hanapi tidak bisa dikonfirmasi terkait ketimbangan program yang direfocusing.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto:
 Rz/djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *