Ngopi Bareng Sekber Wartawan, Kepala BPJS Kota Depok Blak-Blakan Ungkap Pelayanan Kesehatan 5/5 (3)

Depok, Djapos.com – Ngopi (ngobrol pintar) Bareng setiap Jum’at yang jadi program Sekber Wartawan Depok lagi-lagi sukses hadirkan pejabat penting. Kali ini Sekber Wartawan Depok Ngopi Bareng Kepala BPJS Kesehatan Kota Depok, Drg. Irfan Qadarusman, dalam tema Optimalisasi Pelayanan Peserta JKN-KIS, Jumat (22/3/2019). 

Acara yang dihadiri oleh aktivis dan pemerhati kesehatan serta para wartawan yang tergabung di Sekber Wartawan Kota Depok itu berlangsung sangat hangat serta diwarnai antusias para wartawan yang berebut melontarkan pertanyaan terkait fungsi pelayanan BPJS Kota Depok.

Dalam paparannya Kepala Kantor BPJS Depok menyatakan sangat senang dan mengapresiasi atas digelarnya acara itu. Terkait masalah pelayanan BPJS kesehatan yang memang ada dalam tanggung jawabnya Irfan menyatakan harus dilihat dari dua hal, yakni; BPJS sebagai pelaksana administratif yang melayani keanggotaan, perubahan kelas, serta pendaftaran baru. Sedangkan kedua adalah kemitraan, yang terkait fasilitas kesehatan pelayanan BPJS.

Adapun peran BPJS sendiri, lanjut Irfan, lebih kepada administratif, terkait data, ganti kelas, dan peserta baru masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa itu bisa dilakukan lewat aplikasi Mobile JKN.

“Jadi, mereka datang pagi antara jam 08 – 10 dan menunggu antrian panjang untuk hal itu. Sementara terkait keluhan (administratif), bisa dilakukan lewat mobile JKN,” kata Irfan.

Kepala BPN Kota Depok (kiri/kemeja kuning)

Selain itu, Irfan juga memastikan untuk memenuhi tuntutan layanan publik yang lebih berkualitas, pihaknya telah menghadirkan layanan Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di rumah sakit. Irfan mengklaim kalau pihaknya selalu bekerjasama dengan baik untuk pelayanan yang maksimal.

“PIPP merupakan integrasi layanan rumah sakit dan BPJS Kesehatan dimana PIPP khusus memberikan penanganan terhadap kebutuhan akan informasi peserta JKN, dan penanganan pengaduan peserta JKN-KIS di rumah sakit,” jelasnya.

Selanjutnya Irfan juga menyinggung soal tunggakan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) warga Depok pada BPJS Kesehatan Cabang Kota Depok yang ditaksir mencapai sekitar Rp 94 Miliar dari 204 ribu orang warga Depok yang menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

“Kebanyakan dari mereka yang menunggak adalah peserta yang membayar iuran tersebut secara mandiri. Tunggakan terbanyak pada kelas 3 sekitar 102 ribu orang, dengan nilai tunggakan Rp. 26 M lebih.” papar Irfan.

Acara yang berlangsung selama dua jam itu semakin terasa hangat dengan pertanyaan para rekan wartawan. Fakta dan realita di lapangan yang ditemukan serta stigma akan pelayanan peserta BPJS yang buruk, menjadi topik seru diskusi serta sesi tanya jawab.

Intinya, tambah Irfan, selain pelayanan, sosialisasi terkait program BPJS memang harus sampai kepada semua pihak. Baik peserta, rumah sakit, dan pemangku kebijakan.

“Oleh karena itu perlu juga ditindaklanjuti program sosialisasi ini oleh rekan – rekan Sekber Wartawan agar program kesehatan untuk pelayanan yang maksimal bisa tersosialisasikan dengan baik dan masif,” ucapnya. (Goesti/Sekber)

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *