Belum Setahun Menjabat, Kades Nagasari Dijebloskan ke Lapas Cikarang Lantaran Pungli 5/5 (5)

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menahan Kepala Desa (Kades) Nagasari, Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi, Martam Wijaya (42), Rabu (10/7/2019). Martam yang belum setahun menjabat sebagai Kepala Desa Nagasari itu ditahan lantaran melakukan pungutan liar (pungli).

“Kami mendapat limpahan berkas dari kepolisian terhadap yang bersangkutan. Selanjutnya kami akan proses untuk kemudian dilimpah ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung,” kata Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bekasi, Angga Dhielayaksa, Rabu (10/7/2019).

Martam ditangkap dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai kepala desa. Dia memanfaatkan tanah kas desa (TKD) untuk memperkaya diri.

“Jadi ada permintaan dari yang bersangkutan kepada pihak pengelola tanah,” ujar Budi Setia Mulya selaku jaksa penuntut umum.

Tanah itu memiliki luas 6.000 meter persegi dan kini dijadikan sebagai Pasar Pasirkupang. Diungkapkan Budi, Marham meminta uang kepada pihak pengelola pasar sebagai biaya sewa tanah dengan total mencapai Rp 30 juta.

“Dari berkas yang diterima, sebenarnya pihak pengelola telah membayar biaya sewa. Namun dibayar pada saat kepemimpinan desa yang lama. Kemudian diminta lagi sama tersangka ini,” ucap Budi.

Biaya sewa tanah yaitu Rp 15 juta per tahun, dan Marham meminta untuk biaya untuk dua tahun sekaligus. Tidak hanya itu, penyidik menemukan unsur ancaman yang dilakukan Marham saat meminta uang tersebut.

“Kepala desa itu mengancam akan menutup pasar apabila pengelola menuruti permintaan hingga batas waktu yang ditentukan. Karena pihak pengelola pasar merasa ketakutan atas ancaman, akhirnya dituruti kemauan itu,” katanya.

Marham ditangkap beserta barang bukti berupa dua amplop warna coklat yang berisikan uang tunai Rp 15 juta. Kemudian satu bundel dokumen Perdes Nomor 04 Desa Nagasari Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi tentang penetapan alih fungsi TKD.

Penyidik pun menyita satu unit Toyota Fortuner warna hitam milik sang kepala desa. Atas kasus ini, Marham dikenakan pasal Pasal 12 huruf (e) Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 dan pidana denda paling sedikit Rp 20 juta.

“Saat ini kami tengah melengkapi berkas tuntutan untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan tipikor,” ujarnya.

Kepala Desa yang dilantik pada 28 September 2018 lalu itu kini harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cikarang usai menjalani pemeriksaan di Kejari Kabupaten Bekasi.

Ray/Rz -Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Djapos.com

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *