Terapkan Aturan Larangan Iklan Rokok, Pemkab Bekasi Raih Penghargaan Pastika Awya Pariwara 5/5 (4)

Jakarta, Djapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi meraih penghargaan Pastika Awya Pariwara dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Penghargaan itu diberikan kepada daerah yang telah memiliki peraturan daerah (perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok dan melaksanakan regulasi tersebut dengan melarang iklan rokok di luar gedung wilayah Kabupaten Bekasi.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, menerima secara langsung penghargaan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2019 bertempat di Gedung Prof. Sujudi, Kantor Kementerian Kesehatan RI,  Jakarta (11/7/2019).

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengajak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi rokok. Menurut dia, dengan tidak mengkonsumsi rokok dapat mencegah dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok dan dapat terhindar dari penyakit di masa tua.

“Usia harapan hidup di Indonesia, jika kita pakai indeks pembangunan manusia, itu meningkat (yakni) 71,4 tahun. Tetapi, usia sehatnya hanya sekitar 62 tahun, berarti kita ‘sakit-sakitan’ selama 8-9 tahun.  Sayang betul kalau selama itu kita harus sakit-sakitan. Apakah kita bisa mencegah penyakit jantung? Tentu bisa, dengan mengurangi hipertensi dan lainnya. Hipertensi juga meningkat (menjangkiti) 40% masyarakat Indonesia,” katanya.

Nila mengatakan zat-zat yang terkandung di dalam rokok adalah penyebab penyakit katastropik yang membebani BPJS Kesehatan sekitar 30 persen, dan menjadi sumber defisit terbesar BPJS Kesehatan. 

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menyampaikan rasa syukurnya telah mendapatkan penghargaan yang diraih oleh Pemkab Bekasi. Dalam kesempatan itu, Eka juga mengatakan Pemkab Bekasi berkomitmen mendukung program dan kebijakan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, khususnya dalam hal pengurangan dampak resiko rokok dan tembakau.

“Pelarangan iklan rokok diluar gedung sangat perlu dan penting untuk mencegah munculnya perokok – perokok pemula sehingga anak – anak kita terhindar dari bahaya rokok,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny mengatakan, larangan iklan rokok di luar gedung sudah diterapkan di seluruh Wilayah Kabupaten Bekasi berdasrakan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2018 tentang Implementasi Larangan Iklan Rokok di luar gedung. Meski demikian ia tidak memungkiri masih terdapat iklan rokok yang terpampang di beberapa wilayah, hal itu menurutnya hanya menunggu habisnya masa kontrak izin reklame.

“Untuk pengajuan izin baru iklan rokok di luar gedung sudah tidak diberikan lagi. Sementara yang masih ada hanya menunggu masa berlaku izinnya habis,” kata dia.

Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang diperingati tanggal 31 Mei, pada tahun 2019 mengangkat tema tentang “Rokok dan Kesehatan Paru” yang bertujuan untuk menyampaikan pesan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan bahaya konsumsi rokok bagi kesehatan.

Rz – Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Humas Pemkab Bekasi

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *