Penipuan Kerja Catut Nama Putri Pemilik Masjid Kubah Mas Depok

Penipuan depok

Oleh : Goes

Depok,Djapos.com – Penipuan berkedok lowongan pekerjaan akhir-akhir ini kian marak. Pelaku biasanya dalam melakukan aksi tipu-tipu itu tidak sendirian, mereka bisa melalui iklan lowongan kerja lewat jaringan BBM dan juga internet. Banyak modus mereka lakukan, untuk mendapatkan korbannya, salah satunya modus yang berhasil ditelusuri wartawan melalui investigasi langsung di wilayah Depok.

Sofi alias Nur alias Lilis, adalah salah seorang yang diduga sebagai pelaku penipuan perekrutan tenaga kerja. Dengan modus, menjanjikan kepada korbannya akan dipekerjakan di Masjid Kubah Emas Sawangan Depok. Adapun caranya lewat perekrutan bergaya grup, alias mengumpulkan calon pekerja sampai sesuai jumlah yang ditentukan, yakni 20 peserta. Dalam aksi penipuannya tersebut Sofi ternyata tidak sendirian, dia di bantu oleh Novi yang bertindak dan berperan sebagai Endah, putri Ibu Dian Al Mahri (pemilik Masjid Kubah Emas Sawangan Depok).

Berdasarkan keterangan Novi sendiri, mereka memungut uang jasa perekrutan kepada masing-masing korban berkisar dari Rp 500 ribu s/d 1 juta /orang. Dengan perincian sebagai berikut; untuk tamatan SD 1 juta, tamatan SMP Rp 750,000; dan tamatan SMA Rp 500.000. Bahkan untuk meyakinkan korban, mereka juga menerbitkan kwitansi sebagai bukti pembayaran.

Berdasarkan pengakuan Novi alias Endah, penipuan itu telah berhasil menelan korban cukup banyak, kurang lebih 35 orang. Para korban mereka janjikan akan mulai job training, apabila jumlah yang menjadi persyaratan telah tercukupi sekitar 20 orang. Namun, sampai berita ini diturunkan nyatanya itu cuma akal-akalan mereka saja. Pasalnya, beberapa korban mulai menyadari kalau dirinya sudah tertipu dan menagih untuk pengembalian uang mereka.

“Kami dan beberapa korban lainnya dimintai uang berkisar dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 juta per orang, untuk bisa bekerja di masjid kubah emas yang ada di Kota Depok. Namun sampai sekarang, kami belum juga di pekerjakan. Makanya kami menuntut uang kembali,” tutur salah seorang korban.

Menindak-lanjuti hal tersebut dan atas petunjuk Novi alias Endah, wartawan pun mencoba mendatangi rumah ibu Daniel alias Ibu Ida, rekan tipu-tipu Sofi alias Nur alias Lilis, di Jl Mawar, Margonda Depok. Disanalah kemudian ditemui titik terang, pasalnya diwilayah itu pula beberapa korban penipuan Sofi Cs yang memang warga setempat saat dikonfirmasi sertamerta membeberkan modus penipuan yang mereka alami. Bahkan berdasarkan pengakuan seorang korban bernama Ibu Siti, warga Kemiri Muka, aksi penipuan itu ternyata sudah berlangsung sejak November 2014.

“Saat penawaran kerja, korban dijanjikan memperoleh gaji Rp 3,5 juta, namun sebelumnya setiap calon di wajibkan menyerahkan Rp 1 juta dimuka dengan alasan sebagai biaya seragam,” tutur Siti.

Tergiur dengan janji gaji besar, para warga itu pun langsung mendaftar dan menyerahkan uang ke Ibu Nur. Namun meski pun demikian, dari beberapa warga mengaku ada yang sempat menaruh curiga dengan keterangan iming-iming kerja tersebut.

“Keponakan saya Ibu Titin dari Citayem saja sudah setor Rp 24 juta untuk 24 orang. Padahal kasihan dia itu seorang janda miskin yang kebetulan sedang mencarikan pekerjaan untuk anak-anaknya selepas lulus SMA,” papar Siti pula.

Menurut keterangan, diwilayah Jalan Mawar itu sendiri sedikitnya sekitar 10 orang sudah mendaftar dan menyetorkan uang biaya seragam. Saat ditanya, kenapa pada saat itu warga bisa begitu saja percaya oleh kata-kata pelaku ? Ibu Siti mengatakan, si pelaku bernama Endah yang ternyata adalah Novi itu, telah meyakinkan dan mengaku kalau dia benar sebagai keponakan Ibu Dian, sang pemilik Masjid Kubah Emas Sawangan Depok.

“Dia ngakunya sebagai Endah keponakan Ibu Dian yang punya Masjid Kubah Emas, jadi warga percaya saja, apalagi memang kita lagi butuh kerja dan ditawari dengan gaji Rp 3,5 juta,” ujar Siti.

‘Untung dapat diraih, malang memang tak dapat ditolak’ lucunya pula dengan secara kebetulan, salah seorang pelaku yakni; Ibu Nur alias Ibu Sofi, menurut keterangan warga saat itu terlihat sedang ada dirumah ibu Ida alias ibu Daniel. Maka akhirnya, berdasarkan kesepakatan para korban, merekapun melaporkannya kepihak berwajib dan pelaku Sofi alias Nur akhirnya ditangkap oleh petugas Polres Depok, siang itu juga. Sedangkan Ibu Ida, yang juga warga Jalan Mawar dan diduga terlibat kuat pula sebagai perekrut kerja, dikabarkan sempat buron. Namun dalam waktu relatif singkat, akhirnya Polres Depok berhasil juga menangkapnya.

Penipuan dengan modus perekrutan tenaga kerja yang semakin marak semacam itu, tentunya harus segera di sikapi dan di tindak lanjuti tegas oleh Pemkot Depok dan pihak berwajib tentunya dalam hal ini Kepolisian Resort Depok. Sebab, jika tidak ada sanksi tegas, pelaku akan terus mengulangi pekerjaan yang dianggapnya menguntungkan itu. Maka, atas perbuatan penipuan tersebut, para pelaku; dapat dijerat dan dikenakan dengan ancaman Pasal 378 KUHP Jo 64 dan Pasal 372 KUHP Jo 64 yakni; lima tahun kurungan penjara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *