Petani di Kab Karawang Keluhkan Harga Padi Murah

Petani di Kab Karawang Keluhkan Harga Padi Murah

 petani-kab-karawang-ok

Oleh : Ujang, S

Cikarang, Djapos.com – Sejumlah petani di Kampung Secang, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang mengeluh dengan kondisi harga gabah yang murah. Pasalnya harga padi yang baru dipanen dihargai per kilogramnya Rp 4.500, dari harga normal sebelumnya Rp 5000.

Haji Engkos, petani setempat mengungkapkan, seharusnya Bulog membeli dengan harga per kilogramnya Rp 4.500, bukan Rp 3.700. Biaya operasional sudah meningkat dan apabila harga padi murah maka petani yang merugi.

“Ini tidak wajar, harus ada evaluasi dari pemerintah. Kami minta harga gabah naik agar petani tidak terus rugi. Selain itu kareng kebutuhan kita sangat besar,” kata H Engkos.

Dalam hal ini, Bulog juga perlu “melek” dan tidak tinggal diam saja serta perlu ada laporan ke Presiden.

“Dalihnya apa pun, petani ingin harga normal. Karena untuk kebutuhan biaya cocok tanam,” lanjutnya.

Kepala Bulog Karawang, Abdul Basit, SE saat hendak dikonfirmasi diruang kerjanya tidak ada ditempat dan bertemu dengan Wakilnya, Dra. Diana Cahyaningrum. Menurut Diana, harga tersebut Rp3.700 sesuai dengan Inpres nomor 15 tahun 2015.  

“Itu karena Inpres nomor 15 tahun 2015 pak,” katanya kepada Djapos.com.

Lanjutnya, Bulog tidak punya wewenang untuk menaikan harga. Itu merupakan kebijakan pemerintah.

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Itu Kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Disinggung ada beras impor, itu karena kebutuhan. Karena menurutnya, beras Indonesia tidak mencukupi. Raskin saja kebutuhan 4.737 ton  perbulan untuk kebutuhan raskin saja.

“Adanya impor untuk menutupi kebutuhan di Indonesia. Tidak mungkin mencukupi kalau tidak ada impor,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *