SKB Diingkari Multikon, Ratusan Warga Kebon Kosong Segel Proyek Citra Tower Kemayoran

foto head 41 ok 

Jakarta, Djapos.com – Ratusan warga Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (03/04/2017) melakukan Aksi Damai ke Kantor Balai Kota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Mereka tergabung dalam Forum Pemersatu Warga (FPW) Kebon Kosong mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk segera menutup proyek pembangunan Citra Tower Kemayoran (CTK).

Salahsatu perwakilan FPW, Bang Chilan mengatakan, bahwa dengan adanya proyek CTK berupa pembangunan perkantoran dan fasilitas lainnya yang dilaksanakan oleh PT Multibangun Adhitama Kontruksi (Multikon) tersebut, telah terjadi krisis dan kekurangan ketersediaan sumber air warga. Yaitu meliputi warga RW 005, 006 dan 007 Kelurahan Kebon Kosong.

Selama ini pihak Kelurahan dan kecamatan yang didampingi Binmaspol serta Babinsa sudah beberapa kali melakukan mediasi.

foto head 41-2“Mediasi tersebut langsung dipimpin oleh Camat Kemayoran Bapak Drs. Herry Purnama dan dihadiri pula oleh Forum Pemersatu Warga dan pihak PT. Multikon serta PPKK. Pada pertemuan tersebut menghasilkan Surat kesepakatan Bersama (SKB) dan ditandatangani diatas materai,” kata Bang Chilan salahsatu perwakilan FPW saat diwawancarai di depan Kantor Balai Kota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (03/04/2017).

Masih menurut Bang Chilan, bahwa PT. Multikon dalam SKB tersebut sanggup melaksanakan pemasangan jaringan air bersih melalui PAM atau AETRA ke warga terdampak kekeringan air.

“Selain itu juga sanggup melakukan pencairan dana untuk penggantian biaya yang telah dikeluarkan warga akibat dari upaya penyediaan air bersih. Baik karena penggalian, penggantian pompa, penambahan biaya akibat penyediaan air bersih,” jelas Bang Chilan.

Namun PT. Multikon sampai batas yang telah disepakati tidak menunjukkan itikad baik seperti mengirimkan Surat Permohonan Rekomendasi ke pihak PPKK dan atau melaksanakan pemasangan jaringan air bersih.

“Maka FPW mengirimkan surat somasi sebanyak tiga kali. Namun Pihak PT. Multikon tetap tidak mau memenuhi apa isi dalam SKB tersebut,” ujar Bang Chilan yang juga salahsatu tokoh di Kelurahan Kebon Kosong.

Setelah hampir satu jam melakukan aksi, pihak Pemprov DKI Jakarta akhirnya mau menerima peserta Aksi Damai tersebut yang diwakilkan sekitar 10 orang dari FPW.

Setelah perwakilan mereka diterima, sesuai jadwal para peserta aksi kembali ke lokasi pembangungan CTK di Kemayoran untuk melakukan Aksi Damai dan penyegelan.

foto head 41-3Ditempat terpisah Toto Supriyanto selaku Ketua RT 004 RW 06, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, menyatakan bahwa Amdal dari Pembangunan CTK ini juga perlu dipertanyakan.

”Seharusnya Amdal itu disosialisasikan kepada warga sekitar, namun hal ini tidak pernah terjadi,” kata Toto Priyanto yang biasa Pay Toto karena selain RT dia juga Guru Karate di Polsek Kemayoran.

Selain itu, Pay Toto juga mempertanyakan kinerja aparat Pemerintahan yang seolah-olah tutup mata dengan pembangunan proyek CTK ini.

“IMB proyek ini juga tidak ada. Kita membangun rumah tinggal saja harus ada IMB nya,” ujar Toto.

 

Penyegelan Sementara Proyek Citra Tower Kemayoran

Aksi Damai yang dilakukan Forum Pemersatu Warga (FPW) Kebon Kosong di lokasi pembangunan Citra Tower Kemayoran (CTK) semakin memanas. Dimana ratusan warga yang berkumpul menuntut agar proyek dihentikan.

Perwakilan FPW yang sebelumnya diterima pihak Pemprov DKI Jakarta dan kembali ke lokasi proyek CTK, melakukan mediasi ulang yang dihadiri oleh pihak PT. Multikon, PPKK, Lurah Kebon Kosong, Camat Kemayoran serta Kapolsek Kemayoran.

Sambil menunggu hasil perwakilan mereka, sebagian peserta aksi meminta para pekerja menghentikan kegiatan sampai adanya kesepakatan.

Dan akhirnya pada pukul 16.00 WIB proyek CTK resmi di segel warga dengan batas waktu tertentu sesuai kesepakatan.

 

Reporter : Goesti, RDI

Foto : dok/DJP/RDI

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *