Pembongkaran Gedung SMPN 1 Cikarang Selatan Dilaporkan ke Inspektorat

Foto Berita 160
Ketua LSM Kompi, Ergat Bustomi saat menunjukan surat laporan yang ditujukan ke Inspektorat Kab Bekasi terkait pembongkaran gedung SMPN 1 Cikarang Selatan.

 

Cikarang Selatan, Djapos.com – Pembongkaran SMP Negeri (SMPN) 1 Cikarang Selatan yang diduga tanpa melalui mekanisme pembongkaran aset dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Bekasi, oleh LSM Kompi.

Ketua LSM Kompi, Ergat Bustomi kepada Djapos.com mengatakan, surat laporan LSM Kompi dengan Nomor Laporan: 003/LP DPPKOMPI/VII/2017 telah diserahkan ke Inspektorat Kabupaten Bekasi, Selasa (25/07/2017) kemarin.

“Kami sudah serahkan laporanya ke Inspektorat beserta data-data sebagai bukti permulaan. Laporan itu sendiri sudah diterima dan di stempel oleh Inspektorat Kabupaten Bekasi sebagai bukti tanda terimanya,” kata Ergat sambil menunjukan surat laporan tersebut kepada Djapos.com.

Dijelaskan Ergat, data-data bukti awal yang diberikan ke Inspektorat berupa dokumentasi pembongkaran gedung beserta dokumentasi pemberitaan yang ada di media masa.

“Kami sudah melakukan investigasi ke lokasi dan mengambil dokumentasi pembongkaran gedung sekolah tersebut. Selain itu, kami lampirkan juga dokumentasi dari pemberitaan media masa,” jelasnya.

Ditempat ,ku akan mempelajari terlebih dahulu laporan yang dimaksud. Dikatannya, ada tahap-tahapan dalam menindaki laporan yang masuk ke Inspektorat.

“Kita akan pelajari terlebih dahulu. Selanjutnya kita akan tunggu arahan dari pimpinan. Nanti kita lihat saja hasilnya seperti apa,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi, Juhandi menjelaskan, mekanisme yang seharusnya ditempuh dalam proses penbongkaran gedung milik daerah harus dilakukan penghitungan terlebih dahulu oleh SKPD pengelola.

“Misalnya bangunan sekolah, berarti pengelolanya Disdik (Dinas Pendidikan-red) dan pihak sekolah. Nah pengelolanya menghitung berapa asetnya. Setalah itu sampaikan kepada pemborongnya, jelaskan KIB bangunan yang akan dibongkar sekian. Lalu, dilakukan permohonan kepada pejabat pengelola barang bahwa gedung dengan nilai sekian akan dihapuskan. Nah eksekusinya setelah dilakukan permohonan kepada pejabat pengelila barang oleh SKPD terkait atau SKPD pengelolanya,” jelasnya saat dihubungi Djapos.com, Selasa (25/07/2017) kemarin.

Sebelumnya diberitakan, gedung sekolah SMPN 1 Cikarang Selatan telah rata pasca dibongkar. Pembongkaran tersebut dilakukan karena pada tahun 2017 Pemkab Bekasi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam APBD tahun 2017 mengalokasikan anggaran Revitalisasi/Rehab Total SMP Negeri 1 Cikarang Selatan sebesar Rp. 45 miliar lebih. Dan pekerjaan proyek tersebut dikerjakan PT. TBA dengan nilai sekitar Rp. 42,8 Miliar.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

 

Baca Berita Sebelumnya :

Ditanya Surat Pembongkaran Gedung Sekolah, Kepsek Ini Bilang Rahasia Negara, Tanya Saja Sama Bupati

Bangunan Sekolah Ini Dibongkar, Berita Acara Pembongkaran Asetnya Dipertanyakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *