Kelanjutan Kasus Pengadaan Buku Perpustakaan Dipertanyakan

Salah satu buku yang terdapat dalam kantor perpustakaan umum milik Pemkab Bekasi.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Kelanjutan kasus Pengadaan Buku Perpustakaan senilai Rp500 juta dan Rp1 miliar yang tanpa melalui lelang dipertanyakan, salahsatunya oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Masyarakat Peduli Indonesia (Kompi).

Ketua LSM Kompi, Ergat Bustomi mempertanyakan sejauh mana kelanjutan kasus tersebut. Dikatakannya, Kejaksaan Negeri (Kejari)  Kabupaten Bekasi seharusnya mengumumkan sejauh mana hasil pemanggilan kepada pihak-pihak yang terkait dengan pengadaan buku tersebut.

“Kan waktu itu Kejaksaan bilang akan mendalami kasus tersebut, bahkan dalam berita media massa ada pemanggilan kepada salah pihak yang terkait. Kalau ditemukan penyimpangan, sejauh mana kelanjutannya. Kalau tidak ada penyimpangan publikasikan ke publik,” singgungnya.

Ergat juga mengaku siap membantu Kejari Kabupaten Bekasi dengan memberikan data-data yang diperlukan. Selain itu, lanjut dia, dokumen dari hasil investigasi LSM Kompi siap diberikan jika diperlukan.

“Jika diperlukan kami siap memberikan data seperti, DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran-red), Laporan realisasi anggaran dan banyak lagi termasuk dokumen hasil investigasi kami,” tuturnya.

Selain itu lanjut Ergat, buku yang dibelikan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi diduga buku yang beberapa penerbitnya belum terdaftar dalam e-katalog.

“Jika alasan tidak dilakukan tender karena pemebeliannya melalui pengadaan barang dengan  e-katalog, penerbit buku yang dibelikan semuanya terdaftar e-katalog apa tidak,” pungkasnya.

Diketahui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi dalam APBD 2015 menggelontorkan anggaran Pengadaan Buku Perpustakaan sebesar Rp500 juta dan Rp1 miliar pada tahun 2016. Dalam pelaksanaannya pengadaan buku tersebut dibelanjakan tanpa melalui proses tender atau lelang.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *