Parah! Penerimaan PAD dari PT BBWM Terus Anjlok

IlIustrasi (foto istimewa).

Cikarang Pusat, Djapos.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan PT. Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) setiap tahunnya semakin turun drastis alias anjlok. Bahkan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi ini hingga  memasuki bulan November 2017 belum melaporkan keuangan kepada Pemkab Bekasi.

Kritikan datang dari anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, Menurutnya, hingga awal November 2017 perusahaan pelat merah tersebut belum melaporkan keuangannya kepada Pemkab Bekasi. Dijelaskan Nyumarno, pada tahun 2017 ini, target pendapatan dari PT. BBWM ditargetkan sekitar Rp 12 Miliar.

Masih kata Nyumarno, meski sudah ada pemisahan dengan PT. Odira Energy Persada (OEP) ditahun 2016, pendapatan yang dihasilkan PT. BBWM tidak ada peningkatan dan malah terus menurun. “Artinya kalau selalu merosot ada apa ini?  Pada pembahasan APBD Perubahan 2017 kemarin, BBMW juga tidak hadir dan tidak menunjukan sejauh mana keuangannya hingga kuartal Oktober 2017,” kata Nyumarno.

Politikus PDIP ini menyakini adanya persoalan di perusahaan pelat merah tersebut hingga turunnya pendapatan dalam kurun waktu lima tahun belakang.

“Kalau tidak mau mengurus BUMD ini dengan baik, mending pada mengundurkan diri saja itu para Direksi BBWM, agar bisa diganti seluruh Direksi nya. Ini kami sudah panggil, tapi belum hadir, kalau mereka belum hadir bagaimana kami bisa tahu persoalannya. Bagaimana Banggar bisa mengetahui apa penyebab mereka bisa terus turus turun,” singgungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Danto menilai Pemkab Bekasi terkesan tutup mata terhadap anjloknya PAD yang diterima dari perusahan pelat merah tersebut. Menurutnya, Pemkab Bekasi seharusnya melakukan evaluasi kinerja PT. BBWM.

“Kan lima tahun belakang PAD nya turun terus dari yang sudah ditargetkan, bahkan sangat anjlok jika dibandingkan pada tahun 2012. Kalau tidak mau dibilang tutup mata, ya harusnya Bupati melakukan evaluasi,” tegas Politisi dari partai Gerindra ini.

Masih kata Danto, Komisi I akan segera memangggil direksi PT. BBWM untuk rapat kerja dan mempertanyakan laporan keuangan perusahaan yang pelat merah tersebut.

“Komisi I akan agendakan rapat kerja dengan PT. BBWM. Kita juga akan meminta PT. BBWM menyertakan laporan keuangan. Kalau tidak ada masalah dan tidak ada apa-apa gak usah takut menunjukan laporan keuangan kepada kami. Jangan hanya memberilan alasan klasik dengan beralasan turunnya harya minyak dunia,” ujarnya.

Untuk diketahui pada tahun 2012, Pemkab Bekasi menerima PAD dari penghasilan PT. BBWM sebesar Rp. 70 miliar, pada tahun 2013 sebesar turun menjadi Rp. 37 miliar, di tahun 2014 sebesar Rp. 30 miliar, pada tahun 2015 kembali turun dimana PAD nya turun drastis menjadi sebesar Rp. 14 miliar dan di tahun 2016 anjlok sebesar Rp. 11,5 miliar.        

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/IST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *