Tingkatkan Pengawasan, Lapas Cikarang Razia Rutin, Butuh Alat Penghilang Signal

Kepala Lapas Kelas III Bekasi, Kadek Anton Budiharta menunjukan alat X Ray yang digunakan untuk memeriksa setiap pengunjung.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Guna mengantisipasi kembali terjadinya pengendalian narkoba dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) oleh narapidana, Lapas Kelas III Bekasi  berupaya meningkatkan pengawasan. Hal itu dikatakan Kepala Lapas Kelas III Bekasi, Kadek Anton Budiharta, Sabtu (24/2/2018) lalu.

Menurut Kadek, persoalan handphone (HP) di dalam lapas memang menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas. Padahal pihaknya sudah berupaya mengoptimalkan petugas yang ada dengan memeriksa setiap pengunjung dan barang bawannya menggunakan X-Ray serta melakukan razia rutin ke setiap sel yang dihuni narapidana.

“Setiap pengunjung kita periksa termasuk barang bawannya dan kita juga sudah berkali-kali merazia serta melakukan pengawasan yang ketat tapi tetap saja HP itu bisa masuk. Dua minggu yang lalu kita lakukan razia. Setiap razia kita lakukan test urine. Hampir setiap razia kita temukan hp,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya akan mengusulkan agar kedepannya Lapas Kelas III Bekasi dilengkapi sarana dan prasarana lainnya seperti Jammer atau alat penghilang signal. 

“Menilik dari kecolongan kami kemarin, tentu hal tersebut juga menjadi evaluasi bagi agar kedepannya lebih baik,” katanya.

Ia beralasan alat komunikasi seperti HP bisa masuk ke dalam Lapas karena petugas kemanan (Sipir) yang ada jumlahnya sangat terbatas.

“Di sini ada 1.474 warga binaan, sedangkan petugas ada 38. Petugas itu juga kami bagi dua yaitu administrasi dan pengamanan. Jadi sangat tidak sebanding. Pengamanan kita bagi menjadi tiga regu, sehingga satu regunya hanya ada empat orang,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga binaan  di Lapas Kelas III Bekasi diketahui mengendalikan narkoba antar Negara menggunakan HP.

Terkuaknya pengendalian narkoba dari dalam Lapas yang berada di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi itu diperoleh berdasakan keterangan dari Irawati (40) seorang ibu rumah tangga (IRT) yang kedapatan membawa sabu dan diamankan oleh Petugas Bea Cukai Jawa Barat pada Senin (22/1/2018) lalu.

Irawati ditangkap petugas bea dan cukai Jabar usai terbang dari Bandara Kuala Lumpur Malaysia dan mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada Senin (22/1/2018) malam.

Dari pemeriksaan petugas, Irawati kedapatan membawa sabu seberat 715 gram yang disembunyikan di alat vitalnya dengan menggunakan pembalut wanita. Saat ditangkap petugas Bea Cukai Jabar, Irawati langsung diserahkan ke BNN Jabar dan membeberkan bahwa aksinya itu didalangi Rizky seorang tahanan di lapas Kelas III Bekasi.

Petugas dari BNN Jabar langsung mendatangi Lapas Kelas III Bekasi untuk memeriksa Rizky. Hasil pemeriksaan diketahui memang Rizky yang mengendalikan Irawati. Dari Rizki petugas mengamankan barang bukti 3 unit ponsel.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *