Penyempitan Bahu Jalan di Pertigaan Jalan Nangka Mustikasari Akibat Galian Saluran Air, Buat Jalan Macet

Galian saluran air di jalan Caringin pertigaan jalan Nangka, RT. 003/03 Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi. Kesan semrawut dan terlihat asal-asalan dilakukan oleh pelaksana pekerjaaan tersebut.

Mustikajaya, Djapos.com – Sejak digulirkannya sejumlah kegiatan infrastruktur Kota Bekasi TA 2018, banyak perusahaan yang turut serta ikut ambil bagian. Namun sangat disesalkan oleh banyak pihak bahwa terkadang pihak Pelaksana pekerjaaan kontruksi tersebut tidak mengindahkan estetika perkotaaan.

Seperti salahsatu kegiatan penataan saluran air yang berada di jalan Caringin pertigaan jalan Nangka, RT 003/03 Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi. Kesan semrawut dan  terlihat asal-asalan dilakukan oleh pelaksana pekerjaaan tersebut.

Dalam tahap pekerjaannya bahan material tanah yang digali, dibiarkan begitu saja tergeletak di bahu jalan hingga memakan bagi jalan selebar satu meter. Dan badan jalan pun semakin menyempit serta menimbulakan kemacetan.

Melihat kondisi seperti itu, salahsatu warga setempat Jatmiko mengatakan bahwa akibat pekerjaan yang terkesan asal-asalan tersebut telah mengakibatkan kemacetan panjang. Hal itu dikarenakan ada penyempitan bahu jalan yang diakibatkan oleh bahan material tanah yang digali namun tidak segera diangkuti.

“Lihat saja, tanahnya tidak langsung diangkutin. Seharusnya segera di angkut karena ini merupakan salahsatu jalan alternatif yang aktif dan bisa mengakibatkan kemacetan parah,” ujar Jatmiko dilokasi kegiatan yang tidak jauh dari rumahnya, Senin (19/3/2018).

Lebih lanjut Jatmiko menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih tiga hari terhitung hingga sekarang ini.

Lebih lanjut, menurutnya bahwa  setiap kegiatan galian saluran air seharusnya Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) sudah dipersiapkan.

“Kemana K3-nya? kerjaannya semrawut, kalau hujan tanahnya bisa membahayakan pengguna jalan,” ungkap Jatmiko.

Diharapkan agar Dinas atau Instansi terkait segera menindak tegas kegiatan tersebut untuk segera dievaluasi bahan material tanah yang berada di bahu jalan dan dipasangkan rambu-rambu pengaman marka jalan.

Hingga berita ini diturunkan baik pihak ketiga (rekanan kontraktor) belum  bisa di konfirmasi (ditemui) terkait kegiatan yang  sedang berjalan tersebut.

 

Reporter : ANDREW

Foto : dok/DJP/AND

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *