Pembongkaran Kios Pedagang Onderdil Muzatek Sawah Besar Berlanjut, Pemda DKI Jakarta Tutup Mata?

Pedagang Onderdil Muzatek Sawah Besar yang protes atas pembongkaran.

Jakarta, Djapos.com – Pembongkaran kios pedagang onderdil kendaraan bermotor di Jalan Sukarjo Wiryopranoto No. 30-36 (Wisma Sawah Besar) masih terus berlanjut. Protes pedagang kepada pengelola gedung, PT Muzatex Jaya seolah-olah dianggap angin lalu.

“Kami tiap tahun bayar pajak dan kami punya HGB tapi kenapa pihak pengelola semena-mena tanpa ada penyelesaian membongkar kios para pedagang? tanya Zaini saat ditemui Wartawan di Wisma Sawah Besar, Jalan S Wiryopranoto No. 30-36 Kel. Kebon Kelapa, Kec. Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018).

Didampingi pedagang lainnya, Zaini juga menjelaskan bahwa Pemda DKI dalam hal ini seolah-olah tutup mata, tidak mengawasi pekerjaan pembokaran ini.

Padahal dalam Surat yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu No. 227/C 41/31/-1.785.5/2017 mengenail Persetujuan Rencana Teknis Bongkar (PRTB) kepada PT. Muzatex Jaya jelas memuat ketentuan pada point (d) Bahwa pelaksanaan pekerjaan bongkar dapat dilakukan hanya apabila bangunan dalam keadaan kosong. Kemudian, pada point (i) Bahwa sistem pelaksanaan pembongkaran yang digunakan wajib memperhatikan keselamatan, kenyamanan, kemudahan, kebersihan dan kesehatan manusia serta lingkungan. 

“Kalau ada yang tertimpa puing-puing bangunan dari atas, siapa yang bertanggung jawab? ucap pedagang lainnya.

Pa Zaini bersama perwakilan Pedagang Onderdil Muzatek Sawah saat diwawancarai Wartawan.

Pantauan langsung Wartawan Djapos.com dilapangan, sebuah Becko dioperasikan membongkar kios-kios dilantai atas. Sementara para pedagang maupun pembeli masih sibuk melakukan aktifitasnya dilantai bawah.

“Ngeri dan harus hati-hati mas, takut terkena puing lewat sini,” ujar seorang pembeli yang tak mau disebutkan namanya.

Para pedagang mengharapkan PT. Muzatek Jaya dapat menghentikan kegiatan pembongkaran ini, dan pihak Pemda DKI mencabut surat PRTB yang telah dikeluarkan.

Sampai berita ini diturunkan Wartawan Djapos.com belum dapat mengkonfirmasi kepada pihak PT. Muzatek maupun pihak Pemda DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Sebelumnya diberitakan adanya upaya ratusan pedangang onderdil kendaraan bermotor memperoleh kepastian hukum sudah mendapatkan hasil yang maksimal. Namun Putusan PK 385 PK/Pdt/2008 tersebut tidak diindahkan oleh Pengelola Gedung, PT. Muzatek Jaya.

Amar putusan PK yang diajukan Penggugat Arman Setiadi dkk melawan PT. Muzatek Jaya diantaranya berbunyi ; menyatakan secara hukum penggugat adalah pemegang/pemilik yang sah atas HGB No.1116,1117,1118 Desa Kebon Kelapa yang terletak di Jalan Sukarjo Wiryopranoto No. 30-36 Jakarta Pusat.

Kekecewaan pemilik kios/pedagang juga ditujukan kepada pihak Pemda DKI Jakarta dalam hal ini Cipta Karya (P2B) yang memberikan izin membokar kepada PT. Muzatex Jaya. Padahal para pemilik kios/pedagang merasa bahwa bangunan tersebut adalah milik mereka dengan surat HGB yang mereka miliki.

“Kami masih punya HGB sampai tahun 2021, tapi sekarang kenapa dibongkar,” ujar Widia, salah seorang pemilik kios kepada Wartawan di lokasi tempatnya berdagang, Wisma Sawah Besar atau dahulu dikenal dengan nama Mozatek Jaya Building, Jalan Sukarjo Wiryopranoto No. 30-36, Kel. Kebon Kelapa, Kec. Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/3/2018) kemarin.

 

Reporter : Noferi

Foto : dok/DJP/NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *