Komisi III DPRD Kab Bekasi Sidak Lokasi Galian Pipa Yang Tewaskan Pengendara Motor

Wakil Ketua DPRD Minta PDAM dan PT Mota Bertanggungjawab

TKP dua orang pendara motor yang tertima mobil dump truk. Diketahui mobil bermuatan batu kapur tersebut amblas dan terguling akibat bekas galian pipa PDAM di Jl. Raya Cikarang-Cibarusah, Jum’at (04/5/2018) lalu.

Cikarang Selatan, Djapos.com – Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi sidak ke lokasi bekas galian pipa PDAM, di jalan Cikarang-Cibarusah, Kecamatan Cikarang Selatan, Jum’at (11/5/2018) siang. Tepatnya di TKP tewasnya pengendara motor tertimpa dum truk beberapa hari lalu.

Ketua Komisi III DPRD Kab Bekasi, Kardin menegaskan dua poin kepada pihak PDAM dan rekanannya agar kedepan proyek yang dikerjakan harus memasang Barrier dan menutup bekas galian menggunkan batu.

“Kedepan kami ingatkan mereka (PDAM) agar memasang ‘barrier’ bila sedang melakukan pengerjaan jalan. Jangan sampai nanti ada yang terjerumus lagi. Artinya bila memasang ‘barrier’ sedikit ‘safety’,” kata Kardin saat dihubungi djapos.com.

Tambah Kardin mengaku bahwa selama ini pihak rekanan PDAM hanya memakai tali plastik dan parahnya bekas galian ditutup pakai tanah bekas galian, kewatir kejadian terulang lagi Komisi III tekankan dua poin tersebut.

“Saya juga meminta lubang bekas galian harus diturup lagi pake batu keras seperi beskos atau batu kapur, jangan sampai diurug pake tanah itu juga, nanti lembek,” tambahnya.

Wakil DPRD Kab Bekasi, H. Jejen Sayuti, SE.

Walau pun pengerjaan hanya tinggal 20% lagi, Komisi III akan menekankan agar pihak PDAM atau rekanan bisa menjalankan dua poin tersebut. “Pengerjaan mereka tinggal 20% lagi tadi sudah kami tekankan dan mereka bilang siap, pokoknya kalau mereka tidak, pakai kita akan stop,” tegasnya.

Saat disinggung terlambat lakukan sidak, Kardin menjawab tidak ada kata terlambat selama pengerjaan belum selesai. “Bukan terlambat kan habis kejadian kemarin, kita nunggu kejadian takut nanti malah punya pemikiran lain. Masalahnya kan kalau PDAM ranahnya Komisi I, kalau kami Komisi III melihat pengerjaannya dan infrastruktur yang harus dibenahi atas proyek tersebut,” tandasnya.

Sementara itu Wakil DPRD Kab Bekasi, H. Jejen Sayuti, SE, meminta PDAM dan PT. Moya bertanggungjawab atas kejadian yang menewaskan dua orang pengendara yang tertimpa batu kapur, akibat galian pipa air yang tidak di batasin atau di urug dengan benar.

Kata Jejen, setelah kejadian dua orang pengendara meninggal, tidak jauh dari lokasi sebelumnya ada satu orang pengendara yang meninggal kembali akibat galian lubang pipa PDAM.

“PT. Moya sebagai pekerja harus berhati-hati kalau bekerja, karena ini menyangkut nyawa orang. Saya sudah intrusikan rekan-rekan Komisi III untuk memanggil pihak PDAM dan PT. Moya. Untuk pertanggung jawabannya sendiri kita lihat nanti kalau sudah di panggil oleh Komisi III, termasuk lumpur yang sering keluar, menyemprot ke jalan-jalan, nanti kita bahas juga,” ujarnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *