Tiga Nama Calon Sekda Kabupaten Bekasi Sudah Disodorkan Pansel ke Bupati

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi telah menyodorkan tiga nama untuk salon Sekda. Meski sempat molor, kini dari tujuh nama yang mengikuti seleksi adminstrasi telah mengerucut menjadi tiga nama.

“Saat ini kita sudah melaporkan dari hasil penilaian kita ke Bupati, dari hasil penilain tesebut kan Pak Bupati masih mempertimbangkan lagi, jadi bisa tanyakan saja ke Pemda Kabupaten Bekasi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, Yerry Yanuar, Kamis (24/6/2021).

Untuk diketahui, sebanyak tujuh pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dinyatakan lulus seleksi administrasi calon Sekda Kabupaten Bekasi 2021. Ketujuh pejabat itu diantaranya, Kepala Dinas Pendidikan Carwinda, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dedi Supriyadi, Kepala Dinas Pariwisata Encep Supriatin Jaya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ida Farida, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Peno Suyatno, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sutiaresmulyawan, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yana Suyatna.

Yerry Yanuar menjelaskan, berdasarkan peraturan keputusan calon Sekda Bekasi merupakan kewenangan Bupati selaku kepala daerah, sementara tim seleksi hanya bertugas hingga mengerucutkan menjadi tiga nama saja.

“Hasil penilaiannya kini calon Sekda telah mengerucut ke tiga nama berdasarkan rangking yaitu Pak Carwinda, ada Pak Dedi (Supriadi), ada pak Sutia (Resmulyawan). Semua sudah kita laporkan tinggal Pak Bupati yang menentukan, kami dari Pansel hanya melaporkan tiga nama itu. Bupati itu pada dasarnya punya kewenangan PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), silahkan konfirmasi ke BKSDMnya, karena kita petugas yang ditugaskan,” ucapnya.

Menurut Yerry jika nantinya hasil seleksi yang telah dilakukan ini tak kunjung diputuskan, maka Bupati mempunyai kewenangan untuk menunjuk Plt Sekda jika Sekda yang lama telah memasuki usia pensiun.

“Kalau misalnya sudah habis masa jabatan sekda, dan belum ada sekda terpilih maka di Pltkan dulu. Tapi semua keputusan di tangan bupati,” ujarnya.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto: dok djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *