Minta Seleksi Sekda Kabupaten Bekasi Transparan, KASN: Laporkan Jika Ada Indikasi Kecurangan

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) meminta proses seleksi jabatan tinggi pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi dilakukan secara transparan sesuai aturan. KASN pun mempersilahkan bagi pihak yang ingin melaporkan jika terdapat indikasi kecurangan.

Ketua KASN, Agus Pramusinto mengatakan ketentuan transparansi dalam seleksi terbuka sudah tertera pada PP 11 tahun 2017 Pasal 121 ayat 2. Dimana dalam pasal 121 ayat 2 menyatakan yang dimaksud dengan panitia seleksi wajib mengumumkan secara terbuka pada setiap tahapan seleksi.

“Dimana pada ketentuan tersebut adalah mengumumkan secara terbuka nilai yang diperoleh setiap peserta seleksi berdasarkan peringkat. Kecuali pada tahapan akhir yang merupakan hak prerogatif Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK),” katanya, Selasa (29/6/2021).

Ia pun mengaskan jika ditemukan indikasi kecurangan pada tahapan seleksi terbuka, pihaknya mempersilahkan untuk melaporkan kepada KASN.

“Laporkan saja kepada kami kalau ada indikasi kecurangan. Soal siapa yang jadi itu hak prerogatif pejabat pembina kepegawaian, bupati, wali kota, gubernur, sampai menteri, itu tidak bisa kita tanya bapak pilih mana, itu tidak etis. Yang penting calonnya sudah diproses, dinilai, dan dikaji dari segala kompetensi, pengalaman, kinerja, integritas dan lainnya. Siapa yang terbaik ya silakan dipilih,” ucapnya.

Untuk diketahui, tahapan seleksi Sekda Kabupaten Bekasi seperti yang tertuang dalam surat pengumuman panitia seleksi sudah dimulai sejak proses pengumuman dan pendaftaran pada 6 Mei 2021 hingga pengumuman hasil seleksi kompetensi dan pelaporan pada 16 Juni 2021 namun hingga kini panitia belum juga mengumumkannya secara resmi.

Sementara itu Wakil Ketua KASN, Tasdik Kisnanto mengatakan, sekretaris daerah merupakan pimpinan tinggi yang apabila jabatan itu kosong maka harus segera dilakukan seleksi terbuka dengan melibatkan koordinasi kepala daerah di tingkat provinsi. Menurutnya, semua tahapan seleksi harus dilakukan transparan.

“Harus dibuka secara transparan terlebih dari sisi proses. Harus transparan, semua orang bisa akses termasuk media juga bisa mengikuti perkembangan prosesnya dari awal sampai akhir, namanya juga terbuka, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Selain itu juga, kata Tasdik proses seleksi terbuka juga melibatkan langsung unsur pemerintah provinsi, badan kepegawaian, akademisi, hingga Lembaga Administrasi Negara yang tergabung dalam tim panitia seleksi atau pansel.

“Jadi seleksi sekda itu sekali lagi prinsipnya seleksi terbuka, terbuka juga bagi pesertanya. Semua pegawai sepanjang ASN itu memenuhi syarat, baik dari dalam maupun luar, itu bisa saja ikut seleksi, dari luar kabupaten atau dari luar provinsi, kalau memang ada yang berminat dan memenuhi syarat ya silakan. Namanya seleksi terbuka itu seperti itu,” ujarnya.

Tasdik juga menyesalkan mengapa panitia seleksi tidak menyampaikan pengumuman resmi terkait hasil seleksi akhir Sekda Kabupaten Bekasi sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

“Tanyakan saja pada panselnya, kenapa tidak diumumkan, karena aturannya harus diumumkan terbuka. Kalau bermasalah, bisa lapor ke kami. Dan siapa yang dipilih itu hak prerogatif sepenuhnya dari pejabat pembina kepegawaian dalam hal ini kalau di kabupaten kota ya bupati atau wali kota,” kata dia.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto: ilsutrasi/ist
/dok djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *