Jadi Tersangka Korupsi, Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 ASN Pemkab Bekasi

Kabupaten Bekasi, Djapos.com –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menahan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Rabu (27/10/2021). Ketiga ASN itu ditatapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat Grader (Buldozer) di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi tahun 2019 dan kasus korupsi pengelolaan retribusi pelayanan Tera/Tera Ulang tahun 2017 pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi.

Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bekasi, Barkah Dwi Hatmoko mengatakan, penahanan ketiga pegawai ASN tersebut setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus korupsi yang berbeda.

”Ketiganya ditahan dan dititipkan di Polres Metro Bekasi selama 20 hari kedepan,” katanya, kepada wartawan, Rabu (27/10/2021) malam.

Untuk tersangka dari kasus korupsi Buldozer di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi tahun 2019 yakni Dodi Agus Supriyanto saat ini menjabat sebagai Sekretaris Camat Cikarang Utara. Namun, kasus korupsi itu terjadi saat Agus menjabat sebagai Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

Sedangkan dua tersangka dari tindak pidana korupsi pengelolaan retribusi pelayanan Tera/Tera Ulang tahun 2017, yakni Kabid Perdagangan Mulyadi dan Eman Suherman yang saat itu menjabat sebagai Kasi Meteorologi Legal Bidang Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi. Untuk tersangka Eman saat ini sudah pensiun.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bekasi, Barkah Dwi Hatmoko didampingi Kasi Intelejen, Siwi Utomo saat jumpa pers di kantor Kejari Kabupaten Bekasi, Rabu (27/10/2021).
(Foto: Rz/djapos.com)

Hatmoko menjelaskan, dalam kasus korupsi pengadaan 3 unit alat berat bulldozer dengan harga satuan Rp 2,8 miliar dengan jumlah sebesar Rp 8,4 miliar itu negara dirugikan sedikitnya Rp 1,4 miliar atas persekongkolan dalam pengadaan tender cepat alat berat sehingga keuntungan penyedia tidak dihitung dan dinilai sebagai kerugian negara.

Sementara tindak pidana korupsi pengelolaan retribusi pelayanan Tera/Tera Ulang tahun 2017 yang menjerat dua tersangka yakni tidak menyetorkan hasil pungutan retribusi tera dan tera ulang tersebut ke kas daerah yang merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi.

”Uang yang tidak disetorkan kepada negara Rp 1,1 miliar dan diduga digunakan untuk kebutuhan pribadi,” ujarnya.

Untuk kasus ini, penyidik masih melakukan pengembangan dan masih meminta keterangan pihak lain. Sebab, penyidik menilai ada keterkaitan aktor intelektual dalam tidak pidana korupsi tersebut.

Tersangka Dodi Agus Supriyanto, Mulyadi dan Eman Suherman disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

”Kita masih terus penyelidikan, kemungkinan ada tersangka lainya dalam dua kasus korupsi ini,” ucapnya.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto:
 Rz/djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *